Ternyata Inilah Bagaimana Periklanan Mempengaruhi Para Pelanggan

Saat ini, pengaruh iklan dalam kehidupan sehari-hari lebih besar daripada yang disadari banyak orang. Ini karena efek dari iklan sering bekerja dengan cara yang halus, sampai-sampai banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang “termakan iklan” ketika mereka mengubah perilaku mereka setelah menemukan iklan tersebut.

Pada umumnya, periklanan adalah alat psikologis yang sangat kuat sehingga seluruh bidang studi didedikasikan untuk mempelajari bagaimana periklanan memengaruhi perilaku konsumen ini telah dikembangkan dan terus dieksplorasi hingga saat ini. Selain itu, perusahaan yang dapat memengaruhi orang melalui iklan maka perusahaan tersebut pastinya mendapatkan keuntungan yang besar.

Pengertian periklanan

Secara singkat, periklanan adalah komponen dari sebuah aspek pemasaran. Meskipun kedua istilah ini kadang-kadang digunakan secara bergantian, mereka bukan hal yang sama. Pemasaran adalah proses untuk meneliti kebutuhan konsumen, mengumpulkan dan mengevaluasi data yang terkait dengan kebutuhan tersebut dan mengembangkan strategi beragam untuk menjangkau konsumen,sedangkan periklanan merupakan strategi yang digunakan. Periklanan, di sisi lain, mengacu pada proses menjangkau pelanggan potensial dalam upaya untuk melakukan penjualan sebuah produk atau jasa.

Sebuah iklan dapat meyakinkan orang untuk mengambil tindakan

Umumnya, banyak iklan menunjukkan bahwa mereka menggunakan bahasa yang serupa. Banyak iklan mennggunakan Bahasa yang membuat para pelanggan potensial untuk merespon secara langsung. Iklan seperti ini dirancang untuk membuat para calon pelanggan mengambil tindakan tertentu. Kata dan frasa yang sering digunakan dalam iklan jenis ini meliputi:

  • Beli sekarang
  • Pesan sekarang
  • Klik disini
  • Coba sekarang
  • Mulai uji coba Anda
  • Jadwalkan panggilan Anda

Secara khusus, bagian dari iklan yang mendorong para pelanggan untuk melakukan tindakan segera disebut CTA (Call to Action). CTA adalah komponen penting dari iklan apa pun karena mendorong pelanggan untuk mengambil tindakan. Iklan jenis ini hanya berfungsi ketika para pelanggan merasa bahwa mengambil tindakan adalah keputusan yang terbaik, yang dapat dicapai oleh sebuah perusahaan dengan menggunakan bahasa persuasif di seluruh iklan yang ada. Ini bisa berupa testimoni dari pembeli sebelumnya, infografis yang menunjukkan manfaat produk, gambar produk atau layanan yang digunakan, atau daftar keuntungan produk atau layanan yang ditawarkan.

Sebuah iklan dapat mengedukasi para pelanggan

Efek lain dari iklan adalah mengedukasi konsumen tentang produk dan layanan tertentu. Ini bisa menjadi bagian dari “bujukan” yang ditulis dalam iklan. Seorang konsumen tidak dapat mengetahui bahwa membeli suatu produk adalah kepentingan terbaiknya jika ia tidak memahami produk tersebut. Dalam sebuah iklan, perusahaan dapat mempengaruhi calon pembeli dengan menunjukkan bagaimana produk tersebut bekerja dan bagaimana hal itu dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi atau setidaknya memberikan sedikit bantuan untuk masalah-masalah tersebut.

Misalnya, seorang pebisnis restoran ingin membeli sebuah mesin pendingin makanan untuk restorannya. Anda sebagai orang pengusaha tempat jual mesin pendingin dapat membuat iklan yang berisi informasi tentang jenis mesin yang dibutuhkan, baik itu ukuran, harga, dan juga rekomnedasi yang cocok untuk pebisnis restoran tersebut. Dengan begitu, mereka akan mengetahui mesin mana yang akan dibeli dan mereka dapat membelinya secara langsung apabila Anda menembahkan kata kata “persediaan terbatas” pada iklan yang Anda buat.

Iklan mempengaruhi perilaku pelanggan

Pada intinya, pengaruh iklan dalam kehidupan sehari-hari adalah kekuatan untuk mengubah apa yang dipikirkan dan dirasakan para pelanggan. Iklan yang berhasil adalah sebuah iklan yang mampu memupuk keinginan para pelanggan dan membuatnya ingin membeli produk sambil meminimalkan keraguan yang ia miliki tentang produk tersebut. Pada akhirnya, tujuan meminimalkan keraguan adalah mengurangi kemungkinan terjadinya penyesalan sesudah membeli produk tersebut, dan mampu meningkatkan ulasan positif produk atau layanan yang dimiliki.