Risiko Dalam Penggunaan Baja Ringan

Rangka baja ringan – Rumah adalah tempat berlindung. Dengan begitu tentu sudah selayaknya dalam membangun rumah Anda mempertimbangkan banyak hal demi kenyamanan dan keamanan Anda sekeluarga. Salah satunya yaitu material atau bahan- bahannya.

 

Atap rumah merupakan salah satu bagian rumah yang fundamental. Sebagus apa pun hunian Anda, tanpa atap yang kokoh, tentu mustahil Anda bisa tinggal dengan tenang di dalam rumah. Nah, maka dari itu, dalam pembangunan rumah salah satu yang perlu diperhatikan adalah bahan atau material atap.

 

Seiring perkembangan zaman, material atap rumah sudah tidak lagi bergantung hanya pada material kayu atau baja konvensional. Ada material baru yang dipercaya lebih menguntungkan, yaitu baja ringan. Sudah banyak yang mengetahui keuntungan penggunaan baja ringan. Baja ringan merupakan material yang relatif awet, kuat, ringan, dan dapat didaur ulang jika sudah tidak digunakan lagi. Namun, di balik kelebihannya, ternyata ada juga risiko penggunaan baja ringan sebagai atap rumah. Apa saja yang perlu di ketahui? Berikut penjelasanya.

 

  1. Harga Relatif Lebih Mahal

Mengingat kualitasnya yang relatif lebih baik dibanding baja konvensional dan kayu, tentu tak aneh jika baja ringan dibanderol dengan harga yang tidaklah murah.

 

Harga per 6 cm baja ringan dibanderol sekitar Rp30. 000 hingga Rp120. 000. Itu belum termasuk bagian pelengkap lainnya seperti alumunium foil, genteng metal, sekrup, dan lainnya. Anda harus merogoh kantong lebih dalam jika memutuskan akan menggunakan material ini untuk atap hunian Anda.

 

  1. Kuat tetapi Kurang Estetis

Rangka baja ringan – Hal ini terkait berat penutup atap. Semakin berat penutup atap yang digunakan, kerangka yang digunakan harus semakin rapat.

 

Memang dari segi konstruksi bisa menambah kekuatan fondasi bangunan. Namun, dari segi estetika, tampilannya jadi kurang indah. Ada baiknya Anda menggunakan plafon untuk menutup tampilan kerangka atap baja ringan itu.

 

  1. Rentan Terhempas Angin

Bagi Anda yang tinggal di area yang berangin lumayan kencang, lebih baik mempertimbangkan lagi pemakaian material baja ringan. Dalam pemasangannya, sistem

 

sambungan kerangka baja ringan hanya memakai baut. Dengan demikian, apabila pemasangan kurang baik maka ada risiko mudah dihempaskan oleh angin.

 

  1. Salah Hitung Bisa Fatal

Untuk membangun atap yang awet, material baja ringan dipasang dengan struktur jaring. Permasalahan akan timbul apabila dalam pemasangan ada ketidaktelitian.

 

Anda wajib memperhitungkan proses pemuaian atau penyusutan baja dan lain sebagainya. Salah hitungan, maka atap bisa saja roboh.

Rangka baja ringan – Salah satu yang wajib diperhatikan dalam membangun rumah adalah bahan dan material yang digunakan. Sebagai pemilik rumah, kamu tentu ingin kenyamanan dan keamanan bagi keluarga. Pemilihan bahan dan material yang tepat dapat mewujudkan rumah nyaman dan aman. Tak terkecuali juga untuk bagian atap rumah.

 

Penggunaan atap baja ringan saat ini sedang jadi tren. Material ini dianggap lebih menguntungkan karena lebih ringan dibanding material lain, relatif awet, tahan lama dan kuat. Selain itu, baja ringan juga bisa didaur ulang ketika sudah tidak dipakai lagi.

Itulah beberapa risiko penggunaan material baja ringan sebagai atap rumah. Namun, tentunya risiko- risiko tersebut bisa Anda hindari dengan persiapan yang matang dan perhitungan yang teliti. Sebab di luar risiko itu, kelebihan baja ringan memang menggiurkan dan tak ada salahnya juga untuk  mencobanya.

info mengenai rangka baja ringan klik di sini