Pengertian, fungsi, dan Tujuan Web Design

Wet Design adalah jenis desain grafis yang ditujukan untuk pengembangan dan styling obyek lingkungan informasi Web resource untuk menyediakan dengan fitur konsumen high-end dan kualitas estetika. Definisi yang ditawarkan memisahkan web desain dari pemrograman web, menekankan fitur fungsional dari sebuah situs web, serta desain posisi website sebagai semacam desain grafis.

 

FUNGSI

Sebelum men-design , sebaiknya kita mngetahui dan memahami beberapa fungsi situs web agar design yang dibuat sesuai dengan fungsi situs website. Secara umum fungsi situs website adalah sebagai berikut:

 

Fungsi Komunikasi

Situs website berfungsi sebagai komunikasi pada umumnya adalah web dinamis. Karena dibuat memakai pemrograman web (server aspect) maka dilengkapi dengan fasilitas yang memberikan fungsi-fungsi komunikasi seperti web mail, formanthec, chatting, discussion board dll.

 

Fungsi Informasi

Menekankan pada kualitas konten,karena tujuan situs ini menyampaikan isinya

Sebaiknya berisi teks dan grafik

Fasilitas yang memberikan fungsi informasi, information, file, firm, library, prefences dll.

 

Fungsi Leisure

Sebagai sarana hiburan/penggunaan animasi gambar dan ingredient bergerak bisa meningkatkan mutu persentasi design, walau tetap harus mempertimbangkan kecepatan downloadnya. Contoh fungsi Entertaiment: recreation on-line, movie on-line, music on-line dll.

 

Fungsi Transaksi

Situs web bisa dijadikan transaksi bisnis baik barang jasa, dll. Situs web menghubungkan perusahaan konsumen dan komunitas tertentu melalui sarana elektronik. Pembayarannya dapat memudahkan kartu kredit, switch atau pun membayar langsung.

 

TUJUAN

untuk membuat situs web atau dokumen elektronik dan aplikasi yang berada pada web resource dan menampilkan konten dan fitur antarmuka interaktif kepada pengguna akhir dalam bentuk halaman web. Seperti unsur-unsur teks, gambar (gif, jpeg) untuk ditempatkan pada halaman memakai HTML / XHTML / tag XML. Menampilkan media yang lebih kompleks (vektor grafis, animasi, video, suara) membutuhkan plug-in seperti Adobe Flash, QuickTime, Java run-time dan lain-lain. Plug-in serta dimasukkan ke dalam halaman web dengan memakai HTML / tag XHTML.

Perbaikan sesuai browser dengan standar W3C diminta penerimaan luas dan penggunaan XHTML / XML bersama dengan Cascading Model Sheets (CSS) untuk posisi dan memanipulasi unsur-unsur halaman web dan objek. Kemampuan browser untuk mengirimkan berbagai konten dan pilihan aksesibilitas kepada klien tanpa memakai plug-in.

Dengan spesialisasi yang tumbuh di bidang teknologi informasi ada kecenderungan kuat untuk membedakan antara web desain dan web developer.