Tips Meredam Amarah, Serta Dampak Negatifnya

Marah merupakan emosi dasar yang dirasakan oleh seluruh manusia. Umumnya diakibatkan oleh perasaan tidak bahagia yang terjalin sebab merasa tersakiti, tidak dihargai, berbeda pemikiran, ataupun kala mengalami halangan buat menggapai tujuan.

Banyak perihal yang membuat kita marah, entah sebab perbuatan orang lain, permasalahan pekerjaan, ataupun sebab kondisi yang menjengkelkan. Marah yang tidak diperbolehkan merupakan marah karna menuruti hawan nafsu.

Sebaliknya marah yang diperbolehkan merupakan marah sebab sesuatu kemaksiatan. Terdapat pula marah yang terpuji, ialah marah semata- mata karna Allah serta agama- Nya.

Cara meredam amarah

almuawanah.com
almuawanah.com

Rasulullah sudah membagikan contoh gimana metode meredam kemarahan. Salah satunya dengan berwudhu. Dengan berwudhu serta berupaya mencegah wudhu, kita dapat mengatur emosi. Berwudhu menghindarkan kita dari perbuatan yang tidak baik, salah satunya yaitu kemarahan.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api. Dan api itu hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, jika seorang di antara kamu marah maka berwudhulah. ” (Riwayat Abu Daud).

Orang yang tetap menjaga wudhu hendak merasa tidak nyaman bila harus marah. Orang yang menjaga wudhu hendak berupaya melindungi diri dari perbuatan maksiat, dan malu kepada Allah bila terbersit kemauan untuk meluapkan emosi. Merekan hendak melindungi emosi dirinya supaya tidak meledak- ledak.

Oleh sebab itu, bila hati kita merasa panas, emosi datang tiba- tiba, segeralah beristighfar. Setelah itu ambillah air wudhu, sembari terus meminta ampun kepada Allah. Tentu, hati kita hendak lekas tenang kembali.

Bila kemarahan telah tidak dapat dibendung lagi, hingga ubahlah posisi Kamu. Bila Kamu berdiri, hingga duduklah. Bila Kamu duduk, berbaringlah.

Ini sesuai dengan hadis Rasulullah, “Maka apabila salah seorang di antara kamu marah dalam keadaan berdiri maka duduklah. Apabila dalam keadaan duduk maka berbaringlah. ” (Riwayat Abu Daud).

Marah dapat menyebabkan kita tidak bisa berpikir jernih. Terlebih lagi marah bisa mematikan sel-sel otak kita, sehingga marah adalah perilaku yang merugikan bagi untuk diri sendiri dan juga orang lain.

Hubungan baik dengan orang yang kita marahi juga akan terganggu. Lebih baik, tahan kemarahan dan redamlah dengan cara-cara yang sudah diajarkan oleh Rasulullah.

Rasulullah sendiri juga sudah mengingatkan kita untuk tidak marah. Suatu ketika seorang lelaki berkata kepada Nabi: “Berilah aku wasiat!” Nabi menjawab, “Jangan marah!” Orang tersebut mengulangi permintaannya beberapa kali dan beliau tetap menjawab jangan marah. (Riwayat al-Bukhari).

Akibat negatif akibat marah

1. Tingkatkan efek terkena bermacam berbagai penyakit

Akibat negatif akibat selalu marah- marah yang awal merupakan tingkatkan efek terkena bermacam berbagai penyakit. Keadaan emosional yang terjalin dikala marah- marah bisa memacu hormon tekanan pikiran buat tingkatkan denyut jantung dan seluruh organ badan sehingga sangat berpotensi terkena bermacam berbagai penyakit semacam jantung, stroke, darah besar, serta kanker.

2. Kehabisan sahabat serta orang yang dicintai

Akibat negatif akibat kerap marah- marah yang kedua merupakan kehabisan sahabat serta orang yang dicintai. Orang yang kerap marah- marah cenderung tidak dapat mengendalikan emosinya. Apalagi seluruh orang yang ditemuinya dapat jadi turut terserang imbas kemarahannya. Sementara itu tidak seluruh orang yang ditemuinya ketahui hendak kasus yang menimbulkan kemarahannya.

3. Memesatkan proses penuaan

Memesatkan proses penuaan pula ialah salah satu dari bermacam akibat negatif akibat kerap marah- marah. Keadaan emosional yang terjalin dikala marah- marah hendak mengaktifkan hormon tekanan pikiran yang memesatkan kerja segala organ dalam badan, sehingga memesatkan pula proses penuaan yang terjalin.

Tidak hanya itu dikala marah, otak serta otot jadi lebih tegang sehingga memesatkan timbulnya keriput pada wajah ataupun pada bagian badan lain.

4 . Mempersingkat usia

Akibat negatif akibat kerap marah- marah selanjutnya merupakan mempersingkat umur. Suatu riset melaporkan kalau kerap marah- marah dapat memesatkan kematian seorang.

Perihal ini sebab dikala marah, bermacam organ badan semacam hati, jantung, pembuluh darah, otak, perut serta kelenjar dalam badan hadapi pergantian dengan bekerja lebih keras dari umumnya, sehingga menyebabkan bermacam kendala kesehatan.

Tidak hanya itu keadaan emosional yang terjalin dikala marah- marah bisa menimbulkan kematian secara tiba- tiba akibat serbuan jantung, stroke dll.

5. Keguguran

keguguran ialah salah satu akibat negatif akibat kerap marah- marah dikala berbadan dua. Dikala marah badan menciptakan hormon tekanan pikiran yang lebih banyak yang pengaruhi kesehatan serta pula pertumbuhan bakal anak dalam isi.

Tidak hanya itu marah- marah menimbulkan energi tahan badan balita melemah sampai memperbesar efek terbentuknya keguguran.

6. Memperenggang ikatan keluarga

Akibat negatif akibat kerap marah- marah selanjutnya merupakan memperenggang ikatan keluarga. Orang tua yang kerap marah- marah bisa melenyapkan kasih sayang dari anak ataupun kebalikannya. Kasih sayang yang lenyap dalam keluarga ini hendak memperenggang ikatan dalam keluarga.

7. Tingkatkan pemakaian alkohol serta obat- obatan terlarang

Akibat negatif akibat kerap marah- marah yang terakhir merupakan tingkatkan pemakaian alkohol serta obat- obatan terlarang. Kerap marah- marah hendak menimbulkan tekanan mental sampai berujung pada pemakaian alkohol serta obat- obatan terlarang buat melampiaskan rasa deperesi.

Mulai saat ini, berpikirlah 2 kali untuk marah. Sebab marah tiada manfaatnya. yang ada hanya dampak negatif yang kembali pada diri kita.

Belajar lah bersabar, m

8. Menimbulkan kasus pada anak

Akibat negatif akibat kerap marah- marah berikutnya merupakan menimbulkan kasus pada anak. Orang tua yang kerap marah- marah ataupun memarahi anak, hendak membuat anak jadi khawatir, tekanan mental ataupun memberontak. Bila dibiarkan anak dapat melaksanakan bermacam perihal negatif buat melampiaskan apa yang dirasakannya.ema’afkan orang lain agar bisa mengendalikan emosi sebab orang yang bisa menahan amarah akan memperoleh kemuliaan di sisi Allah Swt.