Maja Di Mata Pemerintah

Ir Kuswardono, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengatakan walaupun proyek hunian belum tampak terbangun, lahan-lahan di kawasan ini sudah dikuasai pihak pengembang. Hanya saja, mereka masih menunggu infratruktur dikembangkan agar kawasan ini dapat dengan mudah diakses.

Menurut Endra S. Atmawidjaja, Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Kota Besar dan Kota Baru, BPIW Kementerian PUPR, perencanaan kawasan Maja sudah digencarkan sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, tersendat karena belum dilengkapi infrastruktur berupa jalan yang memadai. Jarak tempuh Maja dengan kota penunjang seperti BSD City hampir mencapai 40-50km.

Oleh sebab itu, ia bersama tim BPIW lainnya akan memfasilitasi pembangunan jalan nasional (non-tol) yang menghubungkan BSD City dengan Maja. Jalan nasional tersebut akan mempermudah akses menuju kawasan Maja sehingga pengembang dapat membangun proyek hunian dengan lebih cepat. Rencananya pembangunan akan mulai dikerjakan pada tahun 2017 mendatang.

Selain perkara infrastruktur, tersendatnya pertumbuhan Maja juga disebabkan oleh konsep perkotaan yang masih belum jelas juntrungannya. Endra mengatakan ia tidak ingin Maja hanya menjadi sebuah kawasan residensial. Pasalnya, masyarakat yang bekerja di Jakarta atau Serpong tentu akan enggan membeli hunian di kawasan tersebut karena alasan jarak.

Oleh sebab itu, perlu ada sebuah konsep yang jelas untuk mengembangkan kawasan ini. “Saat ini kita sedang mengkaji konsep industri apa yang cocok untuk kawasan ini. Sehingga Maja tak sekadar menjadi kawasan hunian tapi ada aktivitas lain di sana, misalnya dijadikan kawasan industri sehingga masyarakat yang tinggal di sana adalah pekerja industri tersebut,” ujar Endra menjelaskan.

Rencananya pada 2016 mendatang, BPIW akan melansir master plan terbaru untuk kawasan ini sehingga diharapkan di tahun 2017 para pengembang sudah dapat membangun dan menyediakan rumah-rumah murah untuk MBR. Dengan tersedianya infratruktur yang memadai dan konsep kawasan yang jelas, tak menutup kemungkinan Maja akan bersolek menjadi sebuah kota hunian masa depan menggantikan Jakarta dan BSD City.

Dalam membangun perumahan, developer tentunya menggunakan alat berat. Salah satu alat berat adalah genset sebagai sumber listrik untuk menghidupkan alat2 bangunan yang membutuhkan listrik. Ataupun untuk pencahayaan ketika pekerjaan di malam hari. Untuk mendapatkan genset dengan harga yang murah bisa mendapatkannya di toko suplier genset silent di Jogja. Salah satu suplier resmi genset di Jogja adalah PT. Rajawali Indo yang selalu memberikan harga diskon.