Kerugian Perdagangan Ilegal Hewan Bagi Indonesia

Kerugian Perdagangan Ilegal Hewan Bagi Indonesia

Sementara ini adalah sebagian besar masyarakat masih menganggap remeh masalah perdagangan illegal terutaman pada burung. Bahkan, nilai kerugian akibat perdagangan ilegal satwa liar adalah nilai yang fantastis. Bahkan, yang disebut kerugian negara karena perdagangan liar ilegal yang terhitung Rp13 triliun setiap tahun. Fantastis bukan?

senapananginpedia.com

Pernyataan yang diajukan oleh Dewan kepercayaan dari kelompok keanekaragaman hayati adalah Hariyawan Wahyudi

“Kerugian negara terhitung Rp13 triliun pada tahun ini. Ini berdasarkan pencarian Pusat data dan Analisis Transaksi Keuangan. Bahkan kemungkinan nilainya besar lagi, ” kata Wayudi.

Dia mengatakan tidak hanya kerugian ekonomi, tetapi juga dalam ekologi. Indonesia memiliki keragaman satwa liar yang luar biasa. Khusus untuk burung, misalnya, ada 1,771 spesies yang hidup di Indonesia. Dari ini, 513 spesies yang merupakan spesies burung endemik hanya ditemukan di Indonesia.

Idealnya, dengan keragaman yang tinggi, menjadi kesadaran untuk melindungi spesies ini. Tapi kenyataannya bertentangan. Oleh karena itu, perburuan ilegal menjadi salah satu ancaman terbesar hilangnya spesies.

Bahkan, tingkat kepunahan burung di Indonesia menempati posisi tertinggi di dunia walaupun indonesia salah satu yang memiliki keanekaragaman yang juga besar di dunia,” katanya.

Dampak hilangnya spesies burung dari habitat mereka tidak sesederhana yang dibayangkan, karena ternyata efeknya begitu kompleks.

┬áDi sektor pertanian, hilangnya spesies burung akan meningkat serangan hama, terutama serangga yang merugikan peternakan. Oleh karena itu, burung sebagai predator serangga mendapatkan sedikit atau bahkan menghilang hama. Dengan pertanian rentan terhadap hama, maka berakhirnya hasil pertanian menurun, yang berdampak pada penurunan pendapatan dan perekonomian juga berpengaruh. Hilangnya burung hantu dan elang, membuat tikus berjalan merajalela di mana-mana,”kata Wahyudi.

Dia menambahkan, kepunahan burung membuat buah mengurangi produktivitas. Alasannya adalah, burung madu, misalnya, sangat membantu dalam penyerbukan berbagai tanaman buah. “Jika burung tidak ada, maka penyerbukan akan terganggu. Akhirnya produktivitas tanaman buah menjadi bermasalah,”katanya. Dari hasil penyelidikan selama 5 tahun terakhir ada 200 ribu burung dibeli dan dijual.