First Impression Anime Assassin Pride Menceritkan Harga Diri Seorang Pembantai

SINOPSIS

Di dunia dimana hanya para bangsawan yang bisa melawan monster dengan kekuatan bernama Mana, Seorang pemuda bernama Kufa ditugaskan untuk menjadi Turor dari gadis putri dari keluarga Duke Angel. Misinya adalah mengungkap bakat dari Melida. Namun terdapat sisi gelap dari tugas Kuufa, yaitu … jika dia tidak punya bakat, bunuh dia.

IMPRESI

Sebelum membahas impresi saya, ada baiknya kita mengenal dunia Assasin pride terlebih dahulu. Bentuk kota-kota dalam dunia ini seperti lampu gantung kristal. Tiap kota dihubungkan dengan jaringan kereta api. Setting kotanya seperti biasa seperti kota Eropa abad pertengahan.

Diantara orang-orang di dunia ini, sebagian dari mereka ada yang memiliki bakat. Bakat ini biasanya muncul saat anak berumur 6-7 tahun. Dia akan memperlihatkan kekuatan seperti layaknya job dalam game seperti paladin atau assassin. Namun hingga usia ini, Melida Angel sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki bakat. Padahal dia adalah anak dari Duke angel yang merupakan paladin, salah satu dari 3 job terkuat. Tambahan keterangan disini adalah, kekuatan mana diturunkan secara genetis. Artinya bila ayahnya Paladin, maka bakat anaknya pasti paladin. Sayangnya karena Melida anak hasil selingkuhan istri si Paladin, dia tak bisa menggunakan mana.

Baik. Mari kita masuk impresi.

Sebagian besar gadis dalam anime ini akan didominasi oleh para loli pettan. Ini bisa jadi daya tarik bagi pemilik fettish ini. Suara Melida ternyata diisi suara seiyu yang sama dengan seiyu Karen dalam SAO GGO.

Cerita dibuka dengan suara peluru yang bikin kaget dan ditebas jadi dua oleh pedang Kufa. Scene ini sangat kiritoish. Kufa sangat cool dan sangat berpikir logis. Sebaiknya Melida sesuai dengan gadis seumurannya. Labil dan ingin membuktikan diri pada ayahnya dia bisa melakukan pencapaian.Setelah satu hari masa observasi, Kufa memutuskan Melida tidak punya bakat dan harus dibunuh sesuai tugas dari guildnya, White Night. Namun sebuah insiden malam itu mengubah cara pandang Kufa terhadap Melida. Kufa akhirnya memakai metode paksa kepada Melida untuk membangkitkan mananya dengan resiko kematian.

Di awal sampai dengan pertengahan anime, banyak adegan yang dirasa kurang smooth dan sedikit tidak logis. Misalkan ketika Melida jatuh dari lantai 2, saya merasa lucu melihat di tengah-tengah udara kecepatan jatuh Melida justru melambat sehingga mudah ditangkap Kuufa. Lalu ketika Melida dikeroyok Lacantrope di malam hari. Melida berteriak menjawab isi hati Kuufa yang mengamati dari jauh sehingga membuat Kufa berubah pikiran dan menolong. Tambahan lagi sebenarnya sang lacantrope sudah mau memotong rambut Melida dengan tangan guntingnya, tapi akhirnya malah ga dipotong2 karena mendengar Melida ngoceh kalau rambut itu kenangan pengingat ibunya.

Di luar keanehan tersebut, anime ini tetap bisa dinikmati dengan lancar. Terdapat CGI yang menawan saat Melida lari di lorong-lorong kota. Setting kotanya ini wonderful. Indah dan original. Bila tidak paham dengan bentuk lampu gantung setting kotanya bisa dilihat di gambar, Aksinya apalagi, cepat dan flashy. Drama antara Melida dan sepupunya yang dari keluarga cabang tapi bisa membangkitkan kekuatan paladin juga tampaknya bakal jadi bumbu yang seru. Sourcenya light novel, namun saya pernah baca ada juga manganya.

Dengan studio yang pernah menggarap Renai Boukun, kuma miko dan nyanko days, sepertinya kita tak perlu khawatir akan kualitas anime ini walau masih ada miss yang saya sebut di atas. Akhirnya ada yang bisa mengisi dahaga chuni saya sekaligus pelengkap vitamin Loli seasonan. https://www.teambatch.me/