Berkenalan dengan Kampung Inggris Pare

Untuk Anda yang selama ini sudah tertarik mengikuti kursus bahasa Inggris, nama Kampung Inggris barangkali sudah tak lagi asing di telinga. Kawasan ini merupakan sebuah area tempat tinggal yang dikembangkan untuk menjadi tempat belajar bahasa Inggris. Saat ini, Kampung Inggris Pare dan merupakan tempat yang memang didesain khusus dengan konsep ini.

Tentang Kampung Inggris Pare

Kampung Inggris Pare sendiri berlokasi di dua desa di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tepatnya Desa Pelem dan Desa Tulungrejo. Meskipun menggunakan nama “kampung”, jangan sampai Anda salah mengira kalau kawasan ini adalah area yang ndeso. Istilah kampung yang digunakan sekadar untuk menyebut area ini saja, sehingga terdengar lebih akrab di telinga. Sementara itu, kawasan belajar ini sudah tertata dengan sangat baik sehingga tak berbeda dengan kompleks pelajar.

Begitu Anda menginjakkan kaki di Kampung Inggris Kediri, Anda bisa temukan masyarakat yang terdiri atas berbagai kelompok. Mulai dari mereka yang datang untuk mengikuti program kursus bahasa Inggris, para wisatawan, mahasiswa, pelajar, pekerja, sampai warga asli yang memang tinggal di sana. Di samping itu, mereka yang datang ke sini pun bukan hanya penduduk asli Indonesia, tapi juga orang-orang yang datang dari luar negeri seperti Thailand, Malaysia, dan Timor Leste. Hal ini tentunya menunjukkan popularitas Kampung Inggris sebagai pusat belajar bahasa Inggris yang unik.

Sejarah Kampung Inggris Pare

Sebelum menjadi Kampung Inggris, Desa Tulungrejo sama seperti desa-desa lainnya. Hanya saja, ada satu lembaga kursus bahasa Inggris yang berdiri di sini, yaitu Basic English Course (BEC) yang didirikan oleh Kalend Osein. Kalend Osein sendiri adalah seorang santri yang datang dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang belajar di pondok pesantren Gontor di Jawa Timur. Sayangnya, karena masalah biaya, ia tidak bisa melanjutkan pendidikan begitu memasuki kelas lima.

Lantaran biaya untuk kembali ke kampung halaman juga tidak ada, Kalend Osein pun masih tinggal di Jawa selama beberapa waktu. Sampai akhirnya ia mendapatkan informasi dari temannya soal ustadz atau pengajar di Pare, Kediri yang mampu menguasai delapan bahasa asing, KH Ahmad Yazid. Ia pun pergi menemui ustadz tersebut dan memutuskan untuk belajar satu atau dua bahasa asing sambil melanjutkan pendidikan di pesantren milik Ustadz Yazid tersebut.

Suatu hari, Kalend Osein kedatangan dua mahasiswa yang ingin belajar bahasa Inggris untuk persiapan ujian negara. Karena Ustadz Yazid tidak ada di tempat, maka Kalend diarahkan untuk memberi kursus kepada kedua mahasiswa tersebut dalam lima hari. Kedua mahasiswa tersebut lulus tes, dan kabar tersebut dengan segera tersebar sehingga banyak orang yang kemudian datang kepada Kalend Osein untuk belajar bahasa Inggris. Hal ini lantas mendorongnya untuk mendirikan BEC di Desa Pelem, Pare.

Dalam waktu bertahun-tahun, BEC pun semakin populer dengan meningkatnya jumlah murid yang mengambil kursus bahasa Inggris di sana. Bahkan setelah membuka dua cabang BEC dengan nama berbeda – Effective English Conversation dan Happy English Course – jumlah pendaftar tetap membludak. Hal ini kemudian mendorong Kalend Osein untuk mengajak para muridnya membuka tempat kursus baru agar para warga tetap bisa belajar bahasa Inggris walaupun bukan di BEC.

Seiring dengan bertambahnya jumlah lembaga kursus bahasa Inggris di Pare hingga mencapai angka ratusan, kawasan Kampung Inggris pun perlahan terbentuk. Hal ini pun turut mendorong terbentuknya lingkungan ala kampus, di mana ada banyak fasilitas yang dibutuhkan selama mengikuti program kursus di sini.

kampung inggris