Asal Muasal Nama Bunga Black-Eyed Susan Ternyata Dari Sini

Asal Muasal Nama Bunga Black-Eyed Susan Ternyata Dari Sini

The Black-Eyed Susan, atau kalau dalam bahasa Indonesianya yaitu Susan bermata hitam. Bunga ini memiliki kelopak dengan warna yang kaya dan kontras. Lingkatan pusat berwarna coklat gelap dan sinarnya berwarna kuning keemasan. Sekelompok Black-Eyed Susan yang bermekaran adalah pemandangan yang indah dan mengundang keceriaan. Cakram setiap bunga berkubah, seperti coneflower. Menariknya, Echinacea pernah diklasifikasikan dalam genus Rudbeckia.

Seperti banyak bunga jenis aster, Black-Eyed Susan tumbuh di alam liar dan sebagai tanaman budidaya. Bunga liar ini adalah tanaman asli Amerika Tengah dan Timur. Bunga ini berkembang dua tahunan atau lebih pendek. Pada tahun pertama hidupnya, ia menumbuhkan roset daun. Daunnya lanset (panjang dan berbentuk tombak dengan ujung runcing) atau bulat telur. Beberapa memiliki gigi di tepinya. Daun dan batang berbunga ditutupi oleh rambut pendek, kaku dan berbulu panjang.

Pada tahun kedua hidupnya, tanaman menghasilkan bunga. Tanaman mekar di musim panas dan awal musim gugur. Kuntum ray steril dan disk yang subur. Buahnya adalah achenes. Kadang-kadang, Susans bermata hitam berbunga di tahun pertama kehidupan mereka.

Darimana Asal Nama Black-Eyed Susan?

Derivasi nama Black-Eyed Susan sesungguhnya tidak diketahui secara pasti, tetapi diduga berasal dari sebuah puisi populer yang ditulis oleh John Gay (1685-1732). Puisi itu bercerita tentang wanita yang bernama Susan yang mengucapkan selamat tinggal kepada William yang disayanginya, yang akan berlayar bersama armada laut. William membalas kasih sayang Susan dan mengungkapkan cintanya dan penyesalannya bahwa dia harus pergi. Kata-katanya sedikit berbeda dalam versi puisi (atau lagu) yang telah bertahan, tetapi mereka semua menyampaikan pesan yang sama. Puisi dimulai dengan bait kurang lebih seperti ini:

“Semua dalam surut armada ditambatkan,
Pita melambai dalam angin,
Ketika Susan yang bermata hitam naik ke kapal;
‘Oh! Di mana saya akan menemukan cinta sejati saya?
Katakan padaku, kamu pelaut yang periang, katakan padaku sejujurnya,
Jika William saya yang manis berlayar di antara para kru. “

Sweet William sendiri adalah nama tanaman kebun lain yang populer. Tumbuhnya berkelompok. Bunga ini menarik, berwarna merah muda, merah, atau beraneka ragam. Bunga ini juga disenangi karena aroma pedasnya. Derivasi namanya pun tidak pasti, tetapi ada kemungkinan juga berasal dari puisi di atas. Namun secara umum, di masa lalu, istilah “Sweet William” umumnya digunakan dalam puisi dan lagu untuk seorang pria yang mengalami cinta tak berbalas.

Fakta Menarik

Black-Eyed Susan adalah negara bagian Maryland yang juga dikenal sebagai pusat bunga. Nama Rudbeckia dipakai untuk menghormati Olaus (atau Olaf) Rudbeck, seorang ahli botani Swedia. Dia adalah seorang guru Linnaeus, ilmuwan yang memberi kita sistem binomial penamaan organisme secara ilmiah.

Kunjungi juga florist : Bunga Papan Bandung